Info-Kesehatan: Gagal Ngeseks Gara-gara Penis Terpeleset Keluar




T. Kami pengantin baru dan sejak kami menikah hubungan seks kurang baik. Penis suami saya selalu terpeleset keluar dari vagina saya. Alasan dia karena penisnya terlalu pendek. Apakah ukuran itu penting, Dok?


J. Posisi, posisi, dan posisi! Penis yang pendek bisa membesar ke ukuran wajar jika distimulasi dengan baik. Pastikan Anda berada di posisi seksual yang tepat dan pasangan dapat mempertahankan ereksinya sebelum penetrasi. Empat posisi yang harus kalian coba adalah: posisi doggie, posisi ular, kuping kelinci, dan formasi V. Ingatlah bahwa penetrasi bukan kunci satu-satunya untuk meraih hubungan seks yang luar biasa. Ada cara-cara lain yang bisa dilakukan untuk memperoleh kepuasan seksual. Fokuslah pada foreplay dan stimulasi klitoris. Setelah suami Anda menguasai teknik memuaskan tanpa penisnya, maka penetrasi menjadi urutan kedua. (Kompas,Jumat, 12/9/2008 )

Source:http://www.terapisehat.com/2010/11/gagal-ngeseks-gara-gara-penis.html

Info-Kesehatan: Berapa Ukuran Penis Normal?

T: Berapa besar ukuran penis yang normal?

J: Jika ukuran penis Anda 8-9cm ketika ereksi, maka Anda berada dalam kategori normal. Hingga kini, belum ada metode yang terbukti secara ilmiah dapat membuat penis lebih panjang dan besar, kecuali melalui operasi.(kompas,Kamis, 1 April 2010)

Source:http://www.terapisehat.com/2010/11/berapa-ukuran-penis-normal.html

Info-Kesehatan: Suami Malas Bercinta, Masturbasi Jadi Solusi



"Saya berumur 50 tahun, sudah tidak haid lagi setahun ini. Saya masih bergairah dan sering ingin berhubungan intim. Sayangnya, hubungan dengan suami tidak baik. Kami tidak berhubungan intim sejak dua tahun terakhir. Kalau saya meminta, suami tidak mau dengan alasan klasik, yaitu capek.

Kemudian saya belajar masturbasi, dan bisa orgasme. Lama-lama saya merasa tidak bergantung pada suami. Saya juga menghadapi godaan dari teman sekerja, terutama kalau lagi ke luar kota, tapi sampai saat ini saya tidak pernah selingkuh.

Saya merasa suami sudah selingkuh karena sekian lama tidak pernah meminta berhubungan seksual. Saya tidak pernah bertanya karena saya anggap percuma, pasti jawabannya tidak jujur. Saya biarkan saja. Namun, dalam hal lain suami masih peduli.

Apakah di usia setengah abad, wajar kalau saya masih sering bergairah? Sekarang saya cepat orgasme kalau masturbasi. Apakah ini normal untuk orang seusia saya?

Saya pernah membaca di rubrik ini, kalau menopause katanya vagina kering. Lalu, mengapa saya tidak kering kalau sudah bergairah? Apakah saya harus berhubungan intim dan tidak hanya masturbasi agar tetap sehat?
W.W.Jakarta

Tanpa risiko
Sebenarnya Anda harus tahu mengapa suami tidak mau lagi berhubungan seksual. Melalui komunikasi yang baik akan dapat diketahui alasannya. Mungkin dia mengalami gangguan fungsi seksual sehingga cenderung menghindar daripada gagal.

Mungkin juga memang terlalu lelah bekerja pada usia yang bertambah, apalagi kalau mengidap penyakit tertentu. Namun, bukan tak mungkin kecurigaan Anda benar, dia selingkuh.

Karena sudah berlangsung lama, Anda beradaptasi dengan tidak berhubungan seksual. Sebagai gantinya, Anda masturbasi. Tidak ada yang salah kalau Anda masih bergairah pada usia menopause. Memang menopause bukan berarti kehilangan gairah seksual.

Kalau tetap sehat, apalagi mendapatkan pengobatan, gairah seksual Anda tetap ada. Anda juga akan bisa berhubungan seksual dengan baik.

Reaksi perlendiran vagina yang Anda alami menunjukkan bahwa reaksi seksual masih baik. Terjadinya reaksi perlendiran vagina menunjukkan bahwa fungsi pembuluh darah pada dinding vagina masih baik.

Ini, antara lain, dipengaruhi oleh hormon estrogen. Boleh jadi penurunan hormon estrogen Anda belum berpengaruh banyak terhadap pembuluh darah di vagina.

Secara fisik, sebenarnya masturbasi sama dengan hubungan seksual. Perbedaannya tidak ada keterlibatan emosional dengan pasangan. Karena itu, banyak orang yang melakukan masturbasi tidak merasakan kepuasan yang sama dengan ketika melakukan hubungan seksual. Meski demikian, bagi sebagain lain, mereka merasakan sama saja karena juga orgasme.

Jadi, selama Anda merasa nyaman dengan masturbasi, silakan saja karena tanpa risiko. Bandingkan kalau Anda berhubungan seks dengan orang lain, sedikit banyak mengandung risiko.(Kompas,Sabtu, 27/2/2010)

Source:http://www.terapisehat.com/2010/11/suami-malas-bercinta-masturbasi-jadi.html

Info-Kesehatan: Mitos tentang Masturbasi

"Saya mahasiswa 22 tahun, ingin menanyakan beberapa hal tentang aktivitas seksual yang sehat. Teman satu kos saya sering kali melakukan masturbasi, hampir setiap hari.

Saya benar-benar tidak mengerti apakah tindakannya ini sehat atau tidak. Menurut dia, malahan menambah semangat dan menghilangkan stres dan tidak memiliki efek samping. Apakah benar demikian?

Apakah melakukan masturbasi setiap hari dapat mengganggu alat kelamin di kemudian hari dan menyebabkan ejakulasi dini, seperti rumor yang ada di masyarakat?


Jika di kemudian hari menikah, apakah tidak berpengaruh terhadap kehidupan seksual? Apakah mungkin ada frekuensinya dalam sehari, misalnya 2 kali sehari atau seminggu sekali atau sebulan sekali?

Menurut teman saya yang lainnya, masturbasi dapat menyebabkan sakit tulang belakang, sakit pada tempurung kaki, dan di daerah sekitar tempurung kaki terlihat seperti peyot atau kulit tempurung masuk ke dalam tulang, seperti orang kurang gizi, padahal keadaannya sehat. Benarkah?

Apakah masturbasi dapat mengurangi kemampuan otak dalam berpikir dan terkesan lebih lambat?"

E, Jakarta

Aktivitas wajar
Mitos tentang masturbasi memang masih banyak beredar luas di masyarakat, sama seperti mitos tentang seks yang lainnya. Beberapa mitos dapat menimbulkan akibat buruk bagi sebagian orang karena memengaruhi perilakunya. Tidak sedikit korban yang mengalami akibat serius hanya karena informasi yang salah berdasarkan mitos tentang seks.

Masturbasi merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan, bahkan sudah dilakukan pada masa anak-anak. Dalam perkembangan psikoseksual anak, salah satu fasenya adalah fase genital.

Pada fase ini, anak mulai menyadari bahwa kelaminnya merupakan bagian yang menyenangkan. Karena itu, anak, baik laki-laki maupun perempuan, senang memegang kelaminnya. Bahkan, sebagian anak dapat mencapai orgasme pada saat itu.

Perhatian terhadap kelamin semakin besar ketika manusia memasuki masa remaja. Karena itu, pada masa ini masturbasi kemudian merupakan aktivitas seksual yang umum dilakukan.

Sebagian orang yang telah menikah pun masih melakukan masturbasi karena alasan dan untuk tujuan tertentu. Lebih jauh, masturbasi bagi sebagian orang justru diperlukan sebagai bagian dari cara mengatasi gangguan fungsi seksual.

Sebagai contoh, wanita yang mengalami hambatan orgasme oleh penyebab tertentu memerlukan latihan masturbasi sebagai bagian cara mengatasinya. Namun, bagi pria, masturbasi yang dilakukan tergesa-gesa agar cepat mencapai orgasme dan ejakulasi dikhawatirkan dapat menjadi kebiasaan sehingga mengakibatkan ejakulasi dini. Kekhawatiran ini tampaknya cukup beralasan.  

Informasi abad ke-18
Tidak ada akibat buruk apa pun karena melakukan masturbasi, termasuk informasi yang Anda dengar dari teman itu. Pada abad ke-18 memang pernah beredar buku yang menyatakan bahwa masturbasi dapat menimbulkan berbagai akibat buruk secara fisik, tetapi kemudian terbukti anggapan itu tidak benar karena hanya berdasarkan mitos belaka. 

Sayangnya, sampai sekarang masih ada orang yang memberikan informasi berdasarkan mitos, seperti yang Anda dengar itu. Bahkan, tidak sedikit orang yang dianggap mengerti, acap kali terpengaruh oleh mitos tentang seks. @

Konsultasi Dijawab Prof Dr dr Wimpie Pangkahila Sp.And (Kompas,Jumat, 19/3/2010)

Source:http://www.terapisehat.com/2010/11/mitos-tentang-masturbasi.html